Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • HR Academy Indonesia
blog-img-10

Posted by : Admin HRA

  • 29 Oct 2022

Perbedaan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)

Memangnya, apa bedanya dengan lembaga sertifikasi profesi?

Tujuan dibentuk lembaga sertifikasi kompetensi (LSK) ini sebagai fasilitas pelaksanaan uji kompetensi kerja nasional yang dikhususkan untuk para instruktur kursus dan instruktur pelatihan. Mereka bisa berasal dari berbagai satuan pendidikan nonformal ataupun pendidik yang melakukan pembelajaran mandiri. Meski demikian, semuanya tetap harus sesuai dengan standar kompetensi yang sudah ditetapkan oleh lembaga bersangkutan.

Jadi, LSK merupakan lembaga yang melakukan sertifikasi, serta menjadi pelaksana uji kompetensi. Tidak hanya itu, lembaga ini juga mempunyai tanggung jawab teknis dan administratif mengenai implementasi, serta berbagai pembinaan terhadap sertifikasi kompetensi.

Nah, apa saja istilah-istilah dalam LSK yang sebaiknya Anda ketahui?

Sertifikasi kompetensi adalah proses pemberian sertifikat kepada para pemohon. Biasanya dilakukan secara objektif dan sistematis melalui serangkaian uji kompetensi kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Tempat Uji Kompetensi (TUK) merupakan Tempat dilaksanakannya uji kompetensi. Pengertian lengkapnya adalah tempat kerja profesi yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana. Kriteria Tempat Uji Kompetensi sama dengan tempat kerja profesi dan harus terakreditasi oleh LSK.

Proses sertifikasi merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh LSK untuk menetapkan seseorang yang sudah memenuhi semua persyaratan kompetensi. Di dalamnya, ada regulasi permohonan, evaluasi, kemudian keputusan sertifikasi, surveilans, serta sertifikasi ulang. Dan terakhir, penggunaan sertifikat profesi itu sendiri.

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada lagi istilah lainnya, yaitu penguji kompetensi. Pengertian penguji kompetensi adalah seseorang yang mempunyai kualifikasi relevan, serta berkompeten dalam melaksanakan asesmen atau penilaian kompetensi.

Penguji sistem manajemen, seseorang yang mempunyai kualifikasi relevan serta kompeten dalam melakukan asesmen terhadap sistem manajemen mutu yang diujikan.
Satu lagi, peserta uji kompetensi. Yaitu para pemohon sertifikat profesi dari Lembaga Sertifikasi Profesi dan telah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Mereka dapat mengikuti proses sertifikasi dari LSK melalui Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Namun sebelum itu, pastikan lembaga tersebut sudah secara resmi bergabung di Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia (HISPPI).

Ternyata, melakukan sertifikasi profesi bukan hanya tentang kelengkapan administrasi belaka. Anda juga sebaiknya memahami alur dan lembaga resmi yang ditunjuk supaya proses sertifikasi berjalan dengan lancar dan sertifikat yang diterima sesuai dengan standar kompetensi.